Pemaparan Guntur Subagja selaku Asisten Staf Khusus Wapres RI dalam webinar nasional entrepreneur muda. (Foto: Istimewa)

Generasi muda diharapkan mampu memperbanyak wirausaha-wirausaha baru untuk membangun kemandirian ekonomi nasional dengan mengoptimalkan potensi-pontensi lokal Indonesia.

“Motor penggerak ekonomi saat ini dan ke depan adalah ekonomi kerakyatan berbasis sumberdaya lokal yang memberikan dampak ekonomi dan sosial yang tinggi, dan ini peluang melahirkan wirausaha-wirausaha baru,”ungkap Guntur Subagja Mahardika, Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Guntur Subagja, saat menjadi Keynote Speaker “Webinar Nasional: Kontribusi Entrepreneur Muda dalam Membangkitkan Ekonomi Negara”, Minggu, 23/3/2021.

Webinar diselenggarakan Gerakan Santripreneur Nusantara (Geninusa) dan Santri Medunia, menghadirkan narasumber Guntur Subagja, Muhammad Hasan Chabibie (Kapusdatin Kemendikbud), Habib Salim (Diskominfo Jember), Abdul Azis Nawawi (motovator), dan Jay Rahmadi (pengusaha muda).

Guntur Subagja sebagai narasumber webinar nasional yang diselenggarakan oleh Geninusa dan Santri mendunia (Foto: Istimewa)

Guntur memaparkan lebih lanjut, potensi lokal Nusantara sangat besar, khususnya di sektor pertanian, perikanan, kelautan, serta industri kecil dan menengah. “Potensi-potensi ini belum digali optimal dan menjadi peluang bagi para generasi muda berwirausaha,”papar Guntur yang juga Ketua Umum Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani).

Pandemi covid-19 yang sudah berlangsung satu tahun telah mengubah tatanan kehidupan dari berbagai aspek: ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan lainnya. “Hikmah dari pandemi ini antara antara lain adalah Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri, berdikari, khusunya di sektor pangan,”ujar Guntur.

Sektor pertanian dan perikanan tumbuh tinggi di tengah pandemi covid-19, dan akan terus tumbuh di tahun 2021. “Sektor lainnya yang potensial dikembangkan pemuda adalah pariwisata desa, Yaitu Desa Wisata Agro (Dewa) dan Desa Wisata Industri (Dewi),”kata Guntur yang juga Ketua Pembina Insan Pariwisata Indonesia (IPI).

Industri pariwisata tahun 2020 mengalami penurinan sebesar 73,60 persen, dengan jumlah kunjungan sekitar 3,89 juta wisatawan. “Di tengah pandemi potensi wisata alam menjadi primadona, wisata outdoor, kuliner, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,”kata Guntur.

Generasi muda juga didorong mengoptimalkan teknologi informasi dan digital. Saat ini lebih dari 170 juta penduduk Indonesia menggunakan internet dan lebih 60 persen warga dunia juga memakai internet. “Ini adalah pasar besar, sehingga usaha-usaha milenial dapat dipasarkan secara digital dan sosial media,”ujarnya

Ia memaparkan, Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin berhasil membangkitkan ekonomi nasional di tengah krisis pandemi covid-19 pada 2020
dan pada 2021 diharapkan ekonomi tumbuh dengan penyerapan lapangan kerja tinggi. Indonesia akan cepat pulih dari krisis.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Hasan Chabibie mengungkapkan sumber daya manusia adalah kunci kesuksesan pembangunan nasional di berbagai sektor. “SDM yang harus kita bangun”katanya. (*)

LEAVE A REPLY