
Jika produksi gabah mencapai 10 ton (10.000 kg) per hektare per musim, mari kita hitung pendapatan dan keuntungan petani.
Asumsi Dasar:
– Luas lahan: 1 hektare (milik sendiri, jadi tidak ada biaya sewa)
– Produksi: 10 ton (10.000 kg) gabah per hektare per musim
– Harga gabah: Rp6.500/kg
– Biaya pupuk organik: Rp1 juta per hektare
– Biaya lain (benih, tenaga kerja, irigasi, dll.): Rp7 juta per hektare (asumsi rata-rata)
Perhitungan Pendapatan dan Keuntungan:
– Pendapatan kotor = 10.000 kg × Rp6.500 = Rp65 juta
– Total biaya produksi = Rp1 juta (pupuk organik) + Rp7 juta (biaya lain) = Rp8 juta
– Keuntungan bersih = Rp65 juta – Rp8 juta = Rp57 juta per musim
Jika petani panen 2 kali setahun, maka dalam setahun:
– Keuntungan bersih tahunan = Rp57 juta × 2 = Rp114 juta per tahun
Kesimpulan
Dengan produksi 10 ton per hektare per musim, seorang petani bisa meraup Rp57 juta per musim atau Rp114 juta per tahun jika panen dua kali. Ini tentu lebih sejahtera dibandingkan sebelumnya, apalagi jika biaya produksi bisa ditekan lebih rendah lagi dengan pupuk organik yang lebih efisien dan peningkatan hasil panen melalui teknik pertanian yang lebih baik.
Penulis: Cak AT